Cerita Sex Pembalasan Tiwi – Istri Sakit Hati

Cerita Sex Pembalasan Tiwi – Istri Sakit Hatiby on.Cerita Sex Pembalasan Tiwi – Istri Sakit HatiPembalasan Tiwi – Istri Sakit Hati Tiwi’s revenge – The Brokenhearted Wifey Chapter 1 : Dimas, Brother in Law Namaku Tiwi seorang istri dari suamiku, Rangga yang pegawai negeri dan aku sendiri bekerja pada sebuah bank di bagian back office. Kami sudah menikah 4 tahun dan masih belum dikaruniai anak. Aku sudah merasa sangat tidak […]

Pembalasan Tiwi – Istri Sakit Hati
Tiwi’s revenge – The Brokenhearted Wifey
Chapter 1 : Dimas, Brother in Law

Namaku Tiwi seorang istri dari suamiku, Rangga yang pegawai negeri dan aku sendiri bekerja pada sebuah bank di bagian back office. Kami sudah menikah 4 tahun dan masih belum dikaruniai anak. Aku sudah merasa sangat tidak bahagia dengan hidupku ini, terlebih saat sampai suatu hari aku dapati dalam memory card kamera suamiku foto-foto serta video dirinya check in dengan beberapa wanita lain di kamar hotel yang berbeda-beda. Diam-diam ku copy foto-foto bukti perselingkuhannya itu ke laptopku. Aku menangis dibuatnya, suami yang selama ini ku cintai sepenuh hati ternyata berselingkuh. Aku sangat geram, dan dalam hati sisi jahatku berniat melakukan pembalasan.

Posturku memang agak pendek, hingga tidak ditempatkan sebagai resepsionis di tempat kerjaku, namun wajahku boleh dikatakan di atas rata-rata. Dengan peranakan Jawa-Sunda, aku dikaruniai kulit yang putih dan perawakan chubby. Payudarakupun tergolong besar meski perutku tidak rata, namun pantatku dan pinggulku yang besar / jebrag tetap membuatku Pede. Laki-laki seringkali kudapati kepergok melirik diriku membuatku risih sekaligus bangga di usiaku yang 31.

Dimas, adik iparku yang berumur 18 tahun dan baru saja menamatkan SMA menjadi sasaran balas dendam selingkuhku yang pertama. Sejak aku masih berpacaran dengan kakaknya, dia memang kuperhatikan tertarik pada diriku. Di balik sifatnya yang agak pemalu, seringkali dia curi pandang lekukan di tubuhku.

Selama 4 tahun aku bahkan tinggal seatap dengan Dimas di rumah ibunya. Dari pengamatanku, dia sebatas mengagumi diriku tapi segan karena statusku sebagai istri dari kakaknya. Dimas selalu menghindari memandang badanku jikalau kebetulan pakaianku agak terbuka.

Dimulai saat suamiku melaksanakan pendidikan di kantornya. Rangga harus dikarantina di sebuah tempat pendidikan khusus yang disewa instansinya selama satu minggu penuh. Di rumah orangtua Rangga, tempat tinggalku saat itu hanya ada Ibu mertuaku, aku dan Dimas.

Sepulang bekerja, aku mandi sore dan memakai piyama tidurku yang biasa ku pakai sehari-hari. Petang itu, ibu mertuaku mengikuti pengajian rutin malam Jum’at sehingga di rumah hanya aku dan Dimas.

Dengan memakai wewangian serta bau sabun dan shampoo yang kugunakan saat mandi aku berias di kamar, lalu nekat menjalankan rencana nakalku pada Dimas. Ku bawa laptopku ke kamarnya di lantai dua rumah, lalu meminta dia untuk mencarikan gambar yang aku dan suamiku ambil saat kami berdua nonton konser musik, aku berdalih lupa menyimpannya dan gagal mencari lokasi folder penyimpannya.

Dimas menyanggupi permintaanku lalu aku duduk di atas ranjangnya saat dirinya meletakan laptop di meja belajarnya lalu membuka harddisk di laptop itu dan mengetikkan jenis file .jpg namun tidak juga ditemukan foto-foto yang kumaksud.

Dia berinisiatif mencari file berformat .png dan ratusan file hasil pencarian muncul di monitor laptop, dia tampak terkejut karena disana ternyata tampil foto-foto beberapa perempuan dengan Rangga, kakaknya bertelanjang di hotel dan melakukan aktivitas seksual.

Dimas berpaling menatap wajahku yang cemberut.
“Mbak, kok ada gambar ini…?”
“Iya Dim, gitu tuh kelakuan kakak kamu.” jawabku sedih.
“Sabar ya mbak, Dimas gak nyangka kak Rangga selingkuhin mbak.”

Mataku berkaca-kaca saat itu karena sedih bercampur geram, namun saat itu aktivitas pencarian masih berlangsung dalam laptopku menampilkan foto-foto aku dan Rangga di konser musik dan eng ing eng, muncul disana foto-foto narsisku hanya bercelana dalam dan berbeha hingga polos tanpa sehelai benangpun di cermin besar dalam kamarku, hampir seratus buah jumlahnya. Itu kuambil hampir seminggu yang lalu dalam rencana pembalasan atas kelakuan Rangga.

“Mbak, kok ada foto kaya gininya sih… Ih mbak nakal!”
“Kamu mau lihat? Buka aja deh tapi jangan copyin ke flashdisk ya. Mbak ga mau foto bugil mbak nyebar.”
“I… Iya deh mbak”
Jadilah dengan aku di belakangnya, Dimas membuka foto-foto narsis nakalku berformat .png di ACDSee Quickview. Dalam folder itu dimulai dengan fotoku berpose narsis dengan pakaian piyama yang sedang kupakai, lalu pose selanjutnya ku lepaskan celana piyamanya, menampilkan vagina gemukku serta pantat montokku berbalut CD pink berbahan tipis, dalam beberapa gambar kuarahkan langsung ke CD menampilkan jembutku yang tercetak dibalik CD. Atasan piyamaku menyusul kulepas di pose selanjutnya, bagian atasku ditutupi bra pink berenda dan disitu terlihat buah dadaku 36c jelas dalam beberapa jepret dengan wajah nakalku.

Dalam pose selanjutnya ku lepas bra, hingga puting besar merah kecoklatan terekspose. Ku zoom toketku dengan puting dalam beberapa jepret, ada juga beberapa gambar pas fotoku topless. Kemudian grand prize bagi Dimas dalam foto selanjutnya, pose saat ku lepas CD pinkku menunjukkan jelas rimbunan jembut yang menutupi meki. Pose selanjutnya dengan sebelah tangan kubuka belahan meki dan beberapa zoom ku ambil pada meki. Dengan menempatkan kamera di bawah meki ku, tidak hanya bagian dalam mekiku seperti mulut meki alias jengger, itil dan lubang mekiku, lubang pantatku, udel, perut, toket, bahkan wajahku pun diambil gambarnya dalam pose itu.

Pose itu bukan pose terakhir, karena selanjutnya ada pose dimana dengan sedikit nakal, aku bermasturbasi dengan mentimun kumasukkan ke lubang mekiku. Dalam pose itu wajah terangsangku terlihat sangat seksi. Pose narsis nakalku diakhiri saat aku kencing enak alias orgasme dengan servis mentimun di vaginaku. Lendir putih lengket keluar dari vaginaku.

Sambil melihat foto-fotoku itu, Dimas melorotkan celananya dan tuing penisnya keluar. Ukurannya tak berbeda jauh dengan milik Rangga. Dia tidak berani melirikku karena sifat pemalunya, hingga aku yang harus berinisiatif.

Ternyata Dimas berinisiatif mengocok penisnya dengan tangan sendiri hingga muncrat sebelum semua gambar bugilku selesai dibuka di ACDsee. Menyadari kondisi rumah aman, aku juga melorotkan celana piyamaku diatas tempat tidur.

Dimas yang mendengar gerakanku, menoleh ke belakang mendapati celanaku terlepas menampilkan paha putihku. Namun CD tidak ikut ku lepas karena sayangnya saat itu aku lagi haid sehingga aktivitas nakal ku dan adik iparku tidak bisa berlanjut pada tahap exe / ml.

“Sini Dim, mbak pengen nyepongin kamu, boleh kan?”
Ku raih penisnya yang sudah mengecil karena ejakulasi tangan sendiri, kujilati bagian kepala, leher dan bijinya dengan lembut hingga Dimas mendesis keenakan memegangi kepalaku erat sambil membelai.
“Emmmmh… Makasih banyak ya mbak Tiwi… Dimas baru kali ini ngerasain dikaraoke sama cewe”
“Glorrgghh… Iya Dim” ternyata tangan Dimas berinisiasi membelai wajah serta tubuhku sembari mendesis keenakan mendapat layanan BJ dariku. Sebelumnya hanya Rangga dan dua orang mantanku yang pernah kuoral.

Sekitar lima menit kuoral penisnya, Dimas pun berejakulasi di mulutku, aroma dan rasa pejunya agak mirip dengan milik kakaknya, kutelan sebisaku karena jumlahnya ternyata lebih banyak dibanding peju Rangga yang biasa ku oral.

Aku lalu bangkit mencium wajahnya sambil mengarahkan tangan Dimas pada toketku, dia berinisiatif meremasnya. Aku merasa sakit dibuatnya, lalu kudekap kepalanya dengan toket yang masih tertutup piyama.

“Mbak, pengen liat susu mbak langsung dong, please” desaknya. Aku mengangguk pasrah membiarkan tangannya melepas baju piyamaku serta bra tipis yang biasa kupakai untuk tidur. Matanya terbelalak penuh dengan kekaguman tidak membuatku jengah melainkan bangga.

Dimas menciumi toketku penuh kelembutan lalu mengecupnya sambil memandangi wajahku, “Makasih banget mbak…”
“Iya dim, sama-sama. Mbak janji kita nanti ML kalau situasinya aman” aku membalas dengan membelai lembut penis Dimas yang mulai menegang.
Ku sudahi aktivitas nakal kami dengan berpakaian serta membawa laptop kembali ke kamarku di lantai bawah. Tak sabar rasanya menunggu situasi rumah berpihak pada aku dan sang adik ipar

Author: 

Related Posts