Cerita Sex The Flight Attendant – Part 13

Cerita Sex The Flight Attendant – Part 13by on.Cerita Sex The Flight Attendant – Part 13The Flight Attendant – Part 13 The FA Series Side Story The Desperate One 1st Act Untuk kesekian kalinya kurapikan sedikit lekukan di blazer merah yang kupakai ini. Sudah berulang kali aku menitipkan pesan pada penjaga laundry itu untuk hati hati dalam menyetrika blazerku tapi sepertinya ‘masuk kuping kiri keluar kuping kanan’… Hufff… Kembali senyum […]

multixnxx-Milf, Black hair, Pigtails, Face-sitting, -10 multixnxx-Milf, Black hair, Pigtails, Face-sitting, -11 multixnxx-Milf, Black hair, Pigtails, Face-sitting, -12The Flight Attendant – Part 13

The FA Series

Side Story

The Desperate One

1st Act

Untuk kesekian kalinya kurapikan sedikit lekukan di blazer merah yang kupakai ini. Sudah berulang kali aku menitipkan pesan pada penjaga laundry itu untuk hati hati dalam menyetrika blazerku tapi sepertinya ‘masuk kuping kiri keluar kuping kanan’… Hufff…
Kembali senyum terbaikku terpasang secara otomatis saat seorang penumpang memasuki pesawat ini, aku melirik ke arah Ka Fenny, dia tampak sibuk membantu seorang bapak lanjut usia yang mengalami kesulitan saat akan memasukkan tasnya ke dalam kompartment diatas kursi penumpang itu.
Aku selalu mengidolakan senior yang setahun diatasku itu..
Setahuku dia belum pernah ada affair dengan rekan sekerjanya, tapii yaah kita kan ga pernah tahu ada apa diluaran..
Kembali mataku mengikuti gerak gerik Kak Fenny yang masih sibuk dengan beberapa penumpang yang kebingungan mencari nomor kursinya, coba aku bisa mendapatkan sedikit saja keanggunannya dalam bekerja.. Hadeehh mimpi kali gue..

Kurang lebih dua jam lagi kami akan tiba di Bandara Hu*e*n yang sempit itu dan aku bisa menikmati segelas bajigur hangat didalam kamar hotel! Hihihi!
Tidak terasa semua penumpang sudah duduk ditempatnya masing-masing, kecuali beberapa laki-laki yang diminta bertukar posisi oleh rekanku si Angga, karena posturnya yang tinggi besar, dia ditempatkan di kursi dekat pintu darurat , yang posisinya lebih lapang tapi akan mendapat tugas tambahan membantu kami in case something happen with this flight..
Well, i hope not..
Memang kalau misal kita bicara statistik, kecelakaan udara masih tercatat sebagai kecelakaan yang jumlah kejadiannya sangat ssdikit. Tapi disatu sisi, setiap ada kecelakaan yang melibatkan suatu pesawat terbang, hampir selalu bisa dipastikan tidak ada yang selamat!
Tapi kembali lagi, itulah resiko bekerja dalam sebuah maskapai penerbangan, kami yang awalnya terbiasa dengan keamanan dan kenyamanan di sekeliling saat bepergian krmanapun harus melatih kembali mental dan mindset kami tentang segalanya, berlatih pasrah pada apapun yang bisa menimpa kita, walaupun tentu saja dengan tetap berusaha meminimalisir adanya kemungkinan kecelakaan atau apapun itu..
Semua bekerja dengan satu semangat; Menjaga keselamatan penumpang.

Aku berdiri dan berjalan ke ujung lorong, posturku yang agak pendek tidak memungkinkanku untuk dilihat dari kursi paling belakang, jadi Kak Fenny yang kebagian berdiri di tengah, kami bersiap untuk memperagakan Safety Instruction dan prosedur pemakaian pelampung kuning kepada para penumpang, aku sambil memperhaikan deret demi deret penumpang kelas bisnis ini..
Seperti penari pantomim, aku dan Kak Fenny menggerakkan kedua tanganku beberapa kali dan lucunya beberapa cowo tanggung dengan memakai yel yel Per**b Bandung, sepertinya mereka baru selesai menonton pertandingan klub kesayangan kota Bandung yang baru saja melawan Klub lokal di Bali.
Setiap ada gerakan tanganku yang cukup lebar, mereka berteriak OLE! OLE!
Hadeeeh… Emang gue matador apaaa!

Ada juga penumpang lain yang mengabadikan dengan kamera ponsel atau handycam nya, kami sendiri tidak melarang penggunaan gadget asal tidak menyalakan sinyalnya, alias dengan Flight Mode.
Terdengar beberapa siulan genit dari sebelah kiriku, tidak kuhiraukan laki-laki cupu yang bisanya ramean! Huh..
Lagian aku sudah terlalu kebal untuk sekedar marah hanya karena dia seorang turis!
Paling tidak, godaan yang kualami tidak seperti peristiwa tempo hari saat kupergoki Kak Fenny baru saja memberikan service PlusPlus pada seorang penumpang keling..
Aku sendiri masih bisa membayangkan rasa pejuhnya yang kujilat dari dagunya.

Setelah selesai aku lalu duduk di kursi yang khusus diperuntukkan bagi flight attendant, temanku si Angga memberikan sebuah permen lalu kulahap seketika! Hahaha!

Lupa tapi namanya, hahahaha!

Raungan mesin pesawat terdengsr jelas, saat Kapten bersuara bariton itu terdengar dari speaker system pesawat, berusaha mengimbangi raungan pesawat itu.

Tidak lama kemudian kamipun melayang diatas langit langit Jawa..
Waooow soo beautiful from up here!
Aku mempersiapkan trolley dengan bermacam snack dan permen untuk penyegar.. Aku berkeliling di lorong membagikan cemilan itu.. Tampak disudut mataku seorang laki-laki berdiri gelisah.. Dia tampak sedang berdebat dengan seseorang..
Aku baru akan menghampiri kedua orang itu saat salah satunya menurunkan tas tebal itu dari atas laci tempat penyimpanan tas diatas kursinya
Langkahku sudah tidak bisa kuhentikan saat tiba tiba leherku di cengkram oleh sebuah tangan besar berbulu!

“ALL OF YOU! LISTEN TO ME! THIS IS A HIJACKING!”

End of

1st Act

Author: 

Related Posts

Comments are closed.